Materi Pemanfaatan SDA
Umum

Materi Pemanfaatan SDA

Materi Pemanfaatan SDA

Materi Pemanfaatan SDA

  1. Manfaat Sumber Daya Alam

Sumber daya alam kita yang begitu melimpah, tentu saja banayak sekali manfaat yang dapat kita ambil darinya. Sumber daya alam kita harus kita manfaatkan seoptimal dan seefisien mungkin. Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar kepada prinsip ekoefisiensi, artinya dalam memanfaatkan sumber daya alam tidak boleh merusak ekosistem yang ada, selain itu pengambilan sumber daya alam juga harus dilakukan secara efisien untuk kelanjutan sumber daya manusia.

  1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Pembangunan dan PemanfaatAn sumber daya alam yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, maka prioritas utama di dalam pengelolaan sumber daya alam adalah upaya pelestarian lingkungan.

Nah, untuk lebih memudahkan akan kita persingkat dari keseluruhan sumber daya alam yang telah disebutkan di atas menjadi tiga sumber daya alam, ketiga pemanfaatan sumber daya alam itu meliputi :

–        Pemanfaatan sumber daya alam hewani,

–        Pemanfaatan sumber daya alam nabati dan

–        Pemanfaatan sumber daya alam barang tambang.

  1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hewani

Untuk pemanfaatan sumber daya alam hewani, ada beberapa manfaat yang dapat kita rasakan. Pemanfaatan sumber daya ala mini dilakukan dengan berbagai cara di antaranya:

–        Sumber daya alam hewani dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti daging sapi, dan daging kambing, atau juga dapat diambil susunya.

–        Selain itu dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber kerajinan tangan seperti hiasan yang dibuat dari kulit kerang.

–        Dapat dimanfaatkan untuk perhiasan seperti mutiara yang dihasilkan dari kerang.

–        Dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai budaya manusia dan nilai kehidupan, seperti bentuk kapal selam diadopsi dari cara ikan menyelam, bentuk pesawat dari bentuk burung, dan lain sebagainya.

  1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati

Pemanfaatan sumber daya alam nabati sangat banyak sekali. Untuk pemanfaatan sumber daya alam nabati ini dapat kita lihat pada pembahasan di bawah ini.

–          Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti padi, jagung, ubi dan sebagainya.

–          Dimanfaatkan sebagai sumber sandang seperti serat haramay.

–          Beberapa jenis tanaman dapat dimanfaatkan sebagai minyak atsiri seperti kayu putih, sereh, kenanga, dan cengkeh.

–          Dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti anggrek.

–          Dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel seperti meranti,rotan,bamboo.

–          Dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan seperti kencur, jahe, dan kunyit.

–          Dan yang terakhir sumber daya alam nabati ini juga dapat dimanfaatkan sebagai keperluan industri.

  1. Pemanfaatan Sumber Daya Barang Tambang

Dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam barang tambang ini maka ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.

Usaha pemanfaatan dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia adalah sebagai berikut :

–        Sebagai pemenuh kebutuhan SDA barang tambang dan galian dalam negeri.

–        Menambah pendapatan Negara karena barang tambang dapat diekspor keluar negeri.

–        Memperluas lapangan kerja

–        Memajukan bbidang transportasi dan komunikasi

–        Memajukan industri dalam negeri

.

  1. Hambatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Dalam upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam, tentu saja tidak mudah. Ada beberapa hal yang patut kita pertimbangkan dan menjadi hambatan bagi pemanfaatan sumber daya alam kita.

Dikarenakan Indonesia masih merupakan negara berkembang, Indonesia masih mengalami berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Terutama dalam segi kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang masih kurang.

Berikut ini adalah beberapa hambatan-hambatan umum yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, diantaranya :

  1. Kurangnya tenaga ahli dalam memanfaatkan sumber daya alam.
  2. Mahalnya saraa dan prasarana untuk pengolahan sumber daya alam.
  3. Kerjasama dengan perusahaan asing yang merugikan.
  4. Transportasi ke daerah SDA terbatas mengingat Indonesia merupakan kepulauan.
  5. SDM yang belum memenuhi kualifikasi.
  1. Prinsip Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam perlu dilestarikan supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnahkehidupan bisa terganggu. Berikut ini adalah beberapa prinsip yang harus dipegang teguh dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam agar tidak terjadi penyelewengan dalam pemnfaatannya.

  1. Prinsip Berwawasan Lingkungan dan Berkesinambungan

pertama ini dapat dilakukan oleh kita semua dengan berbagai cara, di antaranya :

  1. Penghijauan dan Reboisasi
  2. Sengkedan
  3. Pengembangan daerah aliran sungai
  4. Pengelolaan air limbah
  5. Penertiban pembuangan sampah
  6. Prinsip Mengurangi

Prinsip kedua dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam ini adalah prinsip mengurangi. Mengurangi disini maksudnya, ketika kita hendak mengambil sumber daya alam hendaknya kita tidak menguras semua sumber daya alam yang ada, akan tetapi hendaknya kita mengurangi pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan kita.

Jadi, dalam mengambil sumber daya alam sebaiknya jangan diambil semuanya, tetapi berprinsip mengurangi saja atau tidak semua. Pengambilan sumber daya alamyang berlebihan yang dihabiskan semua sumber daya alam akan merusak lingkungan dan menggangu ekosistem lingkungan.

  1. Prinsip Daur Ulang

Prinsip selanjutnya adalah prinsip daur ulang. Proses daur ulang di sini adalah pengolahan kembali suatau benda atau bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah kering yang tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi barang yang berguna bagi kehidupan manusia.

Dengan adanya prinsip daur ulang ini sangat efektif sekali untuk menanggulangi permasalahan sampah yang mungkin sekarang ini menimpa daerah kita. Lihat saja di sekeliling kita, banyak sekali sampah yang bertebaran dan tidak bisa ditanggulangi. Sampah semakin menumpuk tapi sama sekali tidak ditanggulangi.

Dalam upaya pengelolaan sampah ini ada 2 sistem pengelolaan sampah yaitu system pengelolaan formal dan informal. Berikut ini akan dijelaskan maksudnya :

  1. System Pengelolaan Formal

System pengolahan sampah secara formal adalah merupakan teknik pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah yang dilakukan oleh aparat setempat misalnya Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan.

  1. System Pengelolaan Informal
  2. Yang dimaksud dengan system secara informal adalah aktifitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari sebagian masyarakat, yang secara tidak sadar mereka berperan serta dalam kebersihan kota dan mereka sebenarnya juga merupakan pendekar lingkungan.
  1. Pelestarian Sumber Daya Alam

Pernahkah terpikir suatu saat nanti sumber daya alam kita ini akan habis atau tidak seimbang? Pertanyaan ini sebenarnya tidak perlu dijawab dan tidak perlu ditunggu, karena keadaan itu sudah terjadi sekarang.

Tahukah kamu bahwa banyak bencana yang menimpa kita adalah karena banyak orang yang telah menguras sumber daya alam secara berlebihan dan tidak perduli terhadap lingkungan? Banjir, longsor, Kekeringan semuanya adalah akibat dari keteledoran dan pengurasan sumber daya alam yang berlebihan. Begitu pula bencana-bencana lainnya.

Oleh karena itu kita harus melestarikan sumber daya alam kita ini agar sumber daya alam dapat kembali seimbang, dan kita dapat terhindar dari berbagai bencana alam yang disebabkan oleh pengrusakkan oleh manusia. Dalam upaya melestarikan sumber daya ala mini harus dilakukan oleh berbagai pihak baik pemerintah ataupun masyarakat.

Dalam upaya pelestarian sumber daya alam ini maka berbagai pihak telah melakukan berbagai cara dalam pelestarian sumber daya alam. Usaha pelestarian sumber daya alam tidak lepas dari usahapelestarian lingkungan. Usaha-usaha dalam pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua.

  1. Pelestarian SDA Tingkat Internasional

menggalakkan perhatian kita kepada pelestarian sumber daya alam, maka setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ditingkat Internasional, peringatan Hari Lingkungan Hidup ditandai dengan penghargaan kepada perorangan ataupun kelompok atas sumbangan praktis mereka yang berharga bagi pelestarian lingkungan ataupun perbaikan lingkungan di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Penghargaan ini diberi nama “Global 500” yang diprakarsai Program Lingkungan PBB yaitu UNEP.

  1. Pelestarian SDA Tingkat Nasional

Untuk tingkat nasional pun ada upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya alam, di antaranya akan disebutkan di bawah ini :

  1. Kalpataru

Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang mempunyai jasa besar dalam pelestarian sumber daya alam khususnya lingkungan hidup. Kalpataru diberikan kepasa orang-orang sebagai berikut :

  1. Perintis Lingkungan Hidup

Yaitu mereka yang telah mempelopori untuk mengubah lingkunga hidup yang kritis menjadi subur kembali.

  1. Penyelamat Lingkungan Hidup

Yaitu mereka yang telah menyelamatkan lingkungan hidup yang rusak.

  1. Pengabdi Lingkungan Hidup

Yaitu petugas-petugas yang telah mengabdikan dirinya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

  1. Adipura

Penghargaan adipura diberikan kepada daerah atau kota dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Kota-kota terbersih di Indonesia.
  2. Daerah-daerah yang telah berhasil membuat laporan neraca.

Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD)

Nah, selain usaha-usaha yang telah disebutkan diatas, usaha lain yang tidak kalah pentingnya adalah didirikannya bermacam-macam perlindungan alam seperti Taman Wisata, Taman Nasional, dan Taman Laut untuk menjaga pelestarian sumber daya alam.

  1. Macam-macam Perlindungan Alam

Perlindungan alam dibagi menjadi dua, yaitu perlindunga umum dan perlindungan dengan tujuan tertentu.

  1. Perlindungan alam umum

Perlindungan alam umum merupakan suatu kesatuan (flora, fauna, dan tanahnya). Perlindungan alam ini dibagi menjadi tiga macam, antara lain sebagai berikut :

  1. Perlindungan alam ketat

Merupakan perlindungan terhadap alam yang dibiarkan tanpa campur tangan manusia, kecuali dipandang perlu. Tujuannya untuk penelitian dan kepentingan ilmiah, misalnya Ujung Kulon.

  1. Perlindungan alam terbimbing

Merupakan perlindungan keadaan alam yang dibina oleh para ahli, misalnya Kebun Raya Bogor.

  1. National Park atau Taman Nasional

Merupakan keadaan alam yang menempati suatu daerah yang luas dan tidak boleh ada rumah tinggal maupun bangunan industri. Tempat ini dimanfaatkan untuk rekreasi atau taman wisata, tanpa mengubah ciri-ciri ekosistem. Misalnya : Taman safari di Cisarua Bogor dan Way Kambas.

  1. Perlindungan alam dengan tujuan tertentu

perlindungan alam dengan tujuan tertentu adalah sebagai berikut :

  1. Perlindungan Geologi

Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi formasi geologi tertentu, misalnya batuan tertentu.

  1. Perlindungan Alam Botani

Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi komunitas tumbuhan tertentu, misalnya Kebun Raya Bogor.

  1. Perlindungan Alam Zoologi

Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi hewan-hewan langka serta mengembangkannya dengan cara memasukkan hewan sejenis ke daerah lain, misalnya gajah.

  1. Perlindungan Alam Antropologi

Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi suku bangsa yang terisolir, misalnya : Suku Indian di Amerika, Suku Asmat di Irian Jaya, dan Suku Badui di Banten Selatan.

  1. Perlindungan Pemandangan Alam

Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi keindahan alam, misalnya Lembah Sianok di Sumatera Barat.

  1. Perlindungan Monumen Alam

Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi benda-benda alam tertentu, misalnya stalagtit, stalagmite, gua, dan air terjun.

  1. Perlindungan Suaka Margasatwa

Merupakan perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan yang terancam punah, misalnya badak, gajah, dan harimau jawa.

  1. Perlindungan hutan

Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi tanah, air, dan perubahan iklim.

  1. Perlindungan Ikan

Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi ikan yang terancam punah.

Bentuk-bentuk PPA di atas harus diusahakan secara terpadu karena fauna akan lestari apabila flora dan habitatnya lestari juga.